Peninjauan PM AAS dan Monitoring Kekeringan di Kabupaten Buru
Upaya memperkuat pertanian modern di tengah tantangan kekeringan terus dilakukan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku. Pada Jumat (18/9), Kepala BRMP Maluku Gunawan bersama Kelsi CWS Penyuluh Pertanian Provinsi Maluku Hamid dan pegawai BRMP Maluku Mitha Febrianti Yutananda turun langsung meninjau pelaksanaan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) di Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung perkembangan program sekaligus memastikan penerapan teknologi dan dukungan pertanian modern dapat dirasakan manfaatnya oleh petani.
Di tengah kondisi cuaca yang menantang, tim BRMP Maluku melanjutkan kegiatan dengan berdiskusi bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan). Dialog tersebut menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, termasuk persoalan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Buru. Minimnya pasokan air membuat sebagian lahan tidak memperoleh pengairan yang memadai, bahkan menyebabkan petani harus menghadapi risiko gagal tanam. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang responsif terhadap tantangan yang dihadapi petani.
Menghadapi tantangan tersebut, BRMP Maluku menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan pendampingan petani. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Buru didorong untuk terus mengawal pemanfaatan bantuan pemerintah agar tepat sasaran, optimal, dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani. BRMP Maluku juga meminta agar komunikasi dan koordinasi dengan BRMP serta dinas terkait terus diperkuat, sehingga setiap persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani, pengembangan pertanian modern di Buru diharapkan tetap berjalan sekaligus mampu menjawab tantangan kekeringan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.